Irfan

Talempong, Karya Terbaru Dhany Irfan

Masih ingat dengan sosok Dhany Irfan? Ya, memang Indonesia Kreatif sempat mewawancarainya tahun lalu. Kini ia kembali hadir dengan karyanya yang sudah ia unggah di showcase.indonesiakreatif.net. Seperti apa sih karya terbarunya ini? Untuk lebih jelasnya, yuk kita simak videonya.

Aplikasi terbaru yang dibuat Dhany masih mengangkat seni tradisi Indonesia. Kali ini ia membuat aplikasi alat musik Talempong yang berasal dari Minangkabau-Sumatera Barat. Tapi kok bentuknya mirip dengan Bonang (salah satu alat musik dari gamelan Sunda/Jawa)?

“Betul sekali, Talempong sangat mirip (perwujudannya) dengan Bonang, yang berbeda hanyalah pada nadanya. Talempong bernada Diatonis (do-re-mi….) sedangkan Bonang bernada Pentatonis (da-mi-na….),” jelas Dhany.

Sebenarnya aplikasi Bonang sudah sempat ia buat, tetapi ia membuatnya tidak hanya Bonang, melainkan satu paket di dalam aplikasi yang bernama Degung. Dalam aplikasi tersebut terdapat Saron Panerus, Saron Peking, Bonang, Jengglong, Goong, dan Kendang. 

Selain Degung dan Talempong, ternyata Dhany sudah banyak menciptakan banyak aplikasi alat musik tradisional Indonesia lho, diantaranya iAngklung, Kacapi, Kendang, Celempung, Kolintang, Karinding, Bedug, iSaron, dan Jentreng. Tidak sampai disitu saja, Dhany yang ingin selalu mengangkat seni tradisi Indonesia khususnya alat musik, masih mengerjakan aplikasi Calung, Dogdog, Tifa, dan Walangkeke. Sedangkan game, Dhany sedang mengerjakan CombatSheep (game adu domba Garut).

“Inginnnya dalam setiap aplikasi yang saya buat mewakili atau berbau Indonesia. Akan tetapi tidak saja mengusung konten musik tradisi. Indonesia sangat kaya dengan materi selain Alat musik Tradisi. Saya pernah bekerjasama dengan Biminasoft (developer lain yang berdomisili di Jepang) membuat game interaktif, nama aplikasinya KoruptorShoot,” tuturnya, “ada juga aplikasi Tasbih yang pernah saya buat,” tambahnya.

Siapa sangka, aplikasi-aplikasi yang sudah ia buat dikerjakan di studio kecilnya di Jepang. Ia namakan studionya tersebut masagistudio yang berarti sempurna dalam Bahasa Sunda.

“Saat saya mendaftar ke Apple inc. untuk menjadi developer iOS Apple, di form kontraknya diwajibkan untuk mencantumkan nama perusahaan (karena nama perusahaan ini nantinya menjadi identitas pembuat aplikasi). Bisa juga sih dengan menggunakan nama, tetapi sebelum saya terjun ke iOS developer, saya selalu menyertakan nama masagistudio di setiap karya saya,” ucap art director masagistudio ini.

Memang sejak 2004 Dhany sudah menetap di Jepang untuk bertugas sebagai pengajar di Sekolah RI-Tokyo pada mata pelajara Seni Budaya dan IT. Nah di tahun 2007 sebelum terjun ke iOS developer, ia bersama rekan-rekannya membuat masagistudio yang pada saat itu mengerjakan project desain, animasi, dan film.

“Kami bekerja via online di masagistudio. Tim masagistudio jaraknya sangat berjauhan. Orang-orangnya ada di mana-mana (Bandung-Indonesia, Australia dan Jepang),” ungkap lelaki yang bercita-cita ingin mendirikan perusahaan di Indonesia.

Ketika memutuskan untuk terjun ke iOS developer, awalnya Dhany prihatin akan kondisi dimana semakin menurunnya rasa kecintaan generasi penerus budaya bangsa terhadap seni budaya yang kita miliki. “Kalah dengan musik barat atau budaya asing,” katanya,

Namun ada alasan lain yang mendukung pekerjaannya sekarang ini. “Susahnya untuk memiliki perangkat musik tradisional. Sebagai guru seni budaya di sekolah, kami (guru) sangat membutuhkan media simulasi di kelas. Dengan hadirnya aplikasi alat-alat musik Tradisi ini diharapkan bisa sedikit membantu menanggulangi kendala ini,” ucap guru SMP dan SMA ini.

Ia pun menghadapi hambatan yang terkadang sulit untuk dipecahkan. “Keterbatasan alat musik yang saya miliki, adalah hambatan bagi saya. Saya membuka tangan lebar-lebar kepada siapa saja (seniman/pelaku seni, budayawan) yang bisa membantu. Karena sampel audio yang saya tanam di aplikasi adalah sampel asli dari alat musiknya,” curhatnya.

Ia berharap dengan hadirnya aplikasi alat musik tradisi di perangkat iOS ini, bisa memberikan sumbangan untuk Indonesia dalam hal promosi budaya. “Karena dalam setiap aplikasi selalu saya cantumkan informasi mengenai perangkat alat musik terkait dalam bahasa Inggris,” tukas Dhany.

Terakhir, Dhany memberikan semangat kepada insan kreatif Indonesia yang ingin terus berkarya.

“Insan Kreatif, baik yang sudah terjun atau yang baru akan terjun di bidang ini, ayo semangat!!! Indonesia sangat kaya dengan materi yang bisa dijadikan konten. Jangan segan-segan untuk bertanya dan berbagi ilmu kepada sesama. Kunci utama untuk menjadi seorang developer adalah ‘ide’, dimana ide-ide itu akan muncul ketika kita berbagi. Selamat mencoba, dan mari kita bersama-sama untuk membuat konten positif yang bermanfaat bagi semua,” tuturnya menutup perbincangan.

Ingin karyamu dibahas di portal indonesiakreatif.net seperti Dhany Irfan? Ayo unggah karyamu di showcase.indonesiakreatif.net, dan tunggu tim kami mewawancaraimu.

Portal Kreatif

Twitter Updates

Events

  • No events

Event Locations

  • No locations