Karya Hebat Berasal dari Ide yang Brilian
Teks dan foto: Sharifa Ainie
Jakarta- “The Genius Machine: Turn Raw Ideas into Brilliance”, itulah yang menjadi tema dalam konvensi kedua Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) 2012. Dalam konvensi yang diadakan di Grandkemang Hotel pada Jumat (18/5) lalu, tiga orang yang dianggap jenius dengan ide-ide briliannya berbagi pengalaman dengan para hadirin yang datang malam itu. Mereka adalah Samuel A. Budiono (arsitek & komposer musik), Oscar Lawalata (fashion designer), dan Sir Dandy (musisi dan desainer).
Masing-masing dari ketiga pembicara tersebut mempunyai nilai atau makna dari tiap karyanya. Seperti yang diungkapkan Samuel A. Budiono tentang kejujuran dalam karyanya, bahwa kejujuran itu sesuatu yang tidak bisa direkayasa. Dalam setiap profesi harus memiliki 3 unsur yaitu passion, menemukan elemen, dan bagaimana membangun visi. Kalau ketiganya dipegang erat oleh para profesional, maka diyakini akan menuai kesuksesan yang dilakukan dari dalam (hati), yaitu jujur dengan apa yang menjadi passion kita.
Dari kejujuran yang menjadi modal Samuel, ternyata itu juga yang menjadi ide setiap karyanya, baik itu karya arsitektur maupun karya musiknya. “Prinsip saya, composing in architecture is like designing in music. Itu yang menjadi passion saya,” ucapnya.
Sementara itu, Oscar Lawalata yang sangat menyenangi budaya Indonesia, dinilai mempunyai makna kelembutan dalam setiap karya-karyanya yang mengangkat budaya Indonesia. Untuk itu, kepekaan seorang Oscar Lawalata terus diasah dalam melihat kekayaan budaya Indonesia agar menjadi ide dalam setiap karyanya yang fantastis.
“Jadi saya melihat antara teknologi, antara soul kita sendiri, dan keadaan dunia ini seperti apa (agar bisa diterima semua orang), itu yang harus dicerna. Karena kalau bicara desain, kita (budaya Indonesia) sudah kaya banget. Semua disini saya rasa punya talenta untuk mendesain, tetapi era sekarang ini adalah era persaingan teknologi, dan semua itu kita harus pintar-pintar,” jelas Oscar.
Berbeda dengan Samuel dan Oscar, Sir Dandy yang dikenal nyentrik mempunyai nilai keberanian dalam setiap idenya yang ia olah sendiri menjadi sebuah karya. Karena menurutnya keberanian itu adalah masalah yang sangat basic sekali, di mana semua orang ia yakini mempunyai ide-ide yang brilian, yang ingin melakukan sesuatu yang terbaik untuk dirinya. Untuk itu, ia coba terapkan nilai keberanian tersebut terhadap dirinya sendiri. Ia yakin bahwa ide-ide itu bagus jika dijadikan karya atau sesuatu.
“Saya bikin band walaupun saya nggak bisa nyanyi, tapi saya ingin melepaskan energi-energi negatif dalam diri saya. Saya tuh orang yang banyak mau tapi kemampuannya sedikit, dan saya nggak takut menjalaninya, jadi saya nekat saja,” ucapnya yakin.
Dengan semboyan band-nya “Skill is Dead”, itu yang menjadi motivasi bahwa tidak mempunyai skill belum tentu tidak bisa berkarya. Terbukti band yang dijalani Sir Dandy dan teman-temannya itu menghasilkan album dan beberapa prestasi dengan mengisi sebuah soundtrack dari film Janji Joni, juga di-endorse oleh sebuah clothing brand ternama.
Konvensi kedua dalam rangkaian acara ICAD 2012 pada malam itu berlangsung menarik dengan bincang-bincang seru dan tanya jawab dengan para hadirin. Tidak lupa juga penampilan Sir Dandy yang memberanikan diri untuk menyanyikan sebuah lagu ciptaannya sendiri dengan lirik-lirik yang membuat para penonton tertawa, dan juga permainan keyboard Samuel A. Budiono yang berduet dengan petikan gitar Sonny Suhendra.
Pameran ICAD 2012 masih berlangsung sampai dengan 15 Juni 2012 mendatang di grandkemang Hotel, dan masih ada konvensi terakhir yang diadakan pada 1 Juni 2012 nanti. Info lengkapnya, kunjungi www.icad2012.com.